//
My Poems

Sajak tentang Bintang

Sebuah bintang berlari demi menjaga sunyi, antara senja dan dini hari.
Bintang – bintang menari dan membentang di khatulistiwa seakan menyerang dengan senang.
Aku ini malam yang hina dina tanpa kau, bintang,… kaulah penghias dunia di kala aku datang, bintang.

Bintang itu penyengat jiwa, dikala orang sedang menikmati sinarnya.
Sejak hadirnya bintang, kau bagai surga datang.
Entah sudah sampai mana aku berkata. Kini aku merasa di surga. Mencarimu demi sehangat cinta.
Aku dan kamu, sama-sama bersemu, jika bertemu pasti akan bersatu.
Banyak bintang bertaburan di malam ini, tapi bagiku kaulah bintang yang menyerap sunyi dalam hati.
Butuh lebih dari seribu cahaya bintang, agar ingatan kembali terang dari gelapnya kenangan.

BINTANG. itukah namamu di kala cinta menyerang?

Bintang itu pun meredup seketika, saat kutatap dan kutanya; apakah kau — kekasihku?

Tak kusangka kau menjelma menjadi bintang, yang selama ini kucari dan ketika kutatap berpendar dengan eloknya membentang.
Gugus gemintang yang berpendaran di matamu adalah doa, bagi sunyi yang bersua.

Akhirnya, bintang semakin menghilang, saatnya aku (malam) pudar dalam keheningan yang malang.

          ♣¤═══════¤ஜ۩۞۩ஜ¤═══════¤♣

Cinta Adalah

Dunia dengan cinta.

Dunia tanpa logika.

Dunia rasa yang membara.

Dunia berujung asa.

Cinta romeo dan juliet, seperti malaikat.

Cinta caesar dan cleopatra, seperti cinta para angsa.

Cinta.

Cinta itu manis, seperti madu.

Tapi terkadang membuat gila, seperti candu.

Semua pasti menemukan cinta, walau tak diinginkan.

Seperti hantu, yang datang tanpa peringatan.

Jika engkau bertanya pada ku, tentang cinta.

Aku tak tahu, karena cinta belum pernah merasuki jiwa.

Hanya sebatas merasakan getaran saja.

Jika ada yang pernah mengatakan bahwa cinta itu indah.

Ketahuilah dia berkata dusta, hanya terucap di lidah yang meludah.

Cinta, tak dapat dilukiskan.

Cinta, tak dapat dirasakan.

Karena Cinta adalah Pandora,

Cinta, tak dapat dikatakan.

Cinta, tak dapat disenandungkan.

Karena Cinta tak berkata dan bermakna.

Itulah sejatinya Cinta.

♣¤═══════¤ஜ۩۞۩ஜ¤═══════¤♣

Siapa Aku?

Sebenarnya aku ini siapa?

Atau lebih tepatnya Aku ini apa?

Sejenis mahluk kah?

Atau mungkin seperti dengan hewan kah?

Bingung, memikirkan siapa aku. Tak ada yang tahu.

Kalimat itu terus berdengung, mencari jawaban yang semu, tak ada yang tahu.

Aku mulai berpikir, kenapa setiap orang berbakat?

Dan aku bertanya, kenapa aku ini berbeda, mengangkat beban diri yang berat.

Setiap ku ingin mengetahui jati diri ku, hilang.

Setiap ku kejar jati diri ku, terbang.

Nameless, hopeless, lonelyness….

Hal yang paling mahal itu BAKAT.

Hal yang paling murah itu MINAT.

Pikiran ku terus berputar antara kedua kata itu.

Karena aku tak punya bakat hanya minat.

Jalan hidupku nanti, seperti apa tanpa “itu”?

cobaanMU terlalu berat, ya Allah, tuhan semesta alam.

Aku ingin mencarinya, aku ingin mendapatkannya.

Berikan secercah cahayaMU untuk bisa menemukannya.

Hanya itu…hanya itu yang ku perlukan saat ini dalam kesendirian

Tak ada yang tahu..tak ada yang tahu tentang aku disiksa kesedihan.

♣¤═══════¤ஜ۩۞۩ஜ¤═══════¤♣

Ibu

Bila dahaga, yang susukan aku…..ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku….ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut….Ibu
Bila bangun tidur, aku cari….ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ….ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati….ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah….ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya….ibu
Bila nakal, yang memarahi aku….ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma….ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah….ibu
Bila takut, yang menenangkan aku….ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk….ibu

Aku selalu teringatkan ….ibu
Bila sedih, aku mesti telepon….ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu…. .ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil… “ibuuuuu! “
Bila sakit, orang paling risau adalah….ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga….ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku….ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau…. ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ….ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal…..ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku….ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku…ibu
Yang selalu memuji aku….ibu
Yang selalu menasihati aku….ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan. ….ibu

Bila senang dan Bila sedih, aku cari….ibu
Bila mendapat keberhasilan  dan Bila gagal, aku ceritakan pada….ibu
Bila bahagia dan Bila berduka, aku peluk erat…..ibuku
Bila ingin berlibur  dan Bila sibuk, aku antar anak ke rumah….ibu
Bila sambut hari ibu…aku cuma dapat ucapkan “Selamat Hari Ibu”

Selalu.. ibu ingat aku
Entah kapan… aku ingin telepon ibu
Entah kapan… aku ingin belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:
“Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja…. masih ingatkah kau pada ibu?
tidak banyak yang ibu inginkan… hanya dengan menyapa ibupun cukuplah”.

Berderai air mata jika kita mendengarnya. ……..
Tapi kalau ibu sudah tiada……. …
IBUUUU…RINDU IBU…. RINDU SEKALI…..
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya….
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya…… .
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya…..
dan akhir sekali berapa banyak yang men-DOA-kan ibunya…….

♣¤═══════¤ஜ۩۞۩ஜ¤═══════¤♣

Sang Mentari Kala Arti

Malam bergulat dengan waktu hingga batas hari baru muncul.

Tak berdaya hadapi wajah di ufuk timur yang bergerumul.

Sinar semburat merah, hantarkan senyuman yang penuh arti.

Hangatnya menusuk jiwa dan hati.

Mentari, bak malaikat kecil yang ingin berkelana di hamparan waktu.

Pancaran sinarnya, sungguh indah dalam lembaran jiwa sendu.

Lentera sukma para insan beranjak tertatih untuk menatap.

Lupakan peran Sang Mentari yang tertangkap meresap.

Berkelahi di singgasana khatulistiwa dengan sinar kehangatan.

Berkelana sejenak untuk mengintip panggung dunia di punggung awan.

Mentari.. oh mentari,

Membangunkan jiwa yang sepi.

menghangati lembaran waktu yg terpejam, merangsang semangat di lautan manusia yg terpendam.

mengintip kala mentari terbit tersenyum, melintas gagah di atas cakrawala.

bercahaya surga di ufuk timur.

Memberi nafas dalam kehidupan, Menyelami insan yang buta akan jiwa.

 Memberi warna di setiap sudutnya yang sepi.

hangat terasa menggugah dalam sanubari yg terkekang di pelataran dunia mimpi tak terasa mentari begitu membius waktu.

berduyung-duyung tapak kaki ingin mencaci,

ombak semangat hangatkan hati sang mentari yg telah membuka hari dan hati.

Terik mentari di pagi hari, Menghibur jiwa yang sunyi,

Cahayanya semerbak menyinari hati berusaha temukan cinta sejati.

Lupakan segala aturan yang membelenggu langkah dan meredam setiap asa, sang raja mentari telah terbangun dari pelaminannya.

Mentari.. oh mentari,

Membangunkan jiwa yang sepi.

Aku meminta surga surgawi. Aku meminta surga penari dan aku minta mentari selalu dihati.

♣¤═══════¤ஜ۩۞۩ஜ¤═══════¤♣

Masa tua, Orang tua

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.

Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat daku dengan pikunnya mengulang ucapan yang membosankan mu.

Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku. Dimasa kecilmu, daku harus mengulang dan mengulang sebuah cerita yang telah ku ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat daku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern.

Janganlah menertawaiku, Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang Engkau ajukan disaat itu.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita.

Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya. Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal penting bagiku, asalkan Engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, daku bahagia.

Disaat Engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.

Maklumilah diriku, dukunglah daku.

Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.

Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu, Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.

Di dalam senyum ku, tertanam kasihku yang tak terhingga.

♣¤═══════¤ஜ۩۞۩ஜ¤═══════¤♣

Hanya Dia

Dia..

Dia bagai bidadari tanpa sayap dari khatulistiwa cinta, datang dengan seribu cahaya cinta.

Selalu meneduhkan jiwa-jiwa yang hampa.

Berpendar dalam kilau bulan, nyanyikan bait demi bait sendu nan merdu.

Dia…

Dia bagai mekarnya bunga di padang savana, menari di antara duri-duri tanpa ragu.

Selalu menarik hati sang alam yang teramat lugu.

Indah nian dipandang, harum tercium dalam sanubari pemilik hati.

Dia…

Dia bagai rembulan kala malam datang di antara galaksi bintang-bintang, dengan sinar yang memukau.

Selalu menanti dan menemani malam dalam lembayung asa.

Pintu-pintu gerbang cinta yang terlarang, ditembus cahaya suci dalam alunan waktu.

Sejatinya, Dia adalah sang pemberi gelora semangat dalam juang.

Memilih antara sepasang mata, di antara seribu pasang mata yang terkagum dalam buai sang dewi.

♣¤═══════¤ஜ۩۞۩ஜ¤═══════¤♣

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Myself

Blog Stats

  • 137,379 hits

Follow Me

Tweets

Error: Please make sure the Twitter account is public.

%d bloggers like this: