//
you're reading...
Ilmu Komunikasi

Ilmu Komunikasi


Ilmu Komunikasi

Menurut Cangara, Hafield (2008:18) menjelaskan bahwa istilah komunikasi berpangkal pada perkataan latin Communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Komunikasi juga berasal dari akar kata dalam bahasa latin Communico yang artinya membagi (Cherry dalam Stuart, 1983).

Sebuah definisi singkat dibuat oleh Harold D. Lasswell bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “Siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa dan apa pengaruhnya”.

Lain halnya dengan Steven, justru ia mengajukan sebuah definisi yang lebih luas, bahwa komunikasi terjadi kapan saja suatu organism memberi reaksi terhadap suatu objek atau stimuli. Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya. Misalnya seorang berlindung pada suatu tempat karena diserang badai, atau kedipan mata sebagai reaksi terhadap sinar lampu, juga adalah peristiwa komunikasi.

Rogers mencoba menspesifikasikan hakikat suatu hubungan dengan adanya suatu pertukaran informasi (pesan), dimana ia menginginkan adanya perubahan sikap dan tingkah laku serta kebersamaan dalam menciptakan saling pengertian dari orang-orang yang ikut dalam suatu proses komunikasi.

Definisi-definisi yang dikemukakan di atas tentunya belum mewakili semua definisi komunikasi yang telah dibuat oleh banyak pakar, namun sedikit banyaknya kita telah memperoleh gambaran seperti apa yang diungkapkan oleh Shannon dan Weaver (1949) bahwa komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh memengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi, lukisan, seni, dan teknologi.

Oleh karena itu, jika kita berada dalam suatu situasi berkomunikasi, kita memiliki beberapa kesamaan dengan orang lain, seperti kesamaan bahasa atau kesamaan arti dari symbol-simbol yang digunakan dalam berkomunikasi.

Menurut Senjaya (2007:1.10) (Berger dan Chaffé) menjelaskan ilmu komunikasi adalah ilmu pengetahuan tentang produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan nama melalui pengembangan teori yang dapat di uji dan digeneralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang”. Penjelasan dalam teori didasarkan atas 3 macam prinsip keperluan keperluan kasual, keperluan praktis, dan keperluan logis.Berdasarkan fokusnya, penjelasan dalam teori terdiri atas 2 kategori yaitu kategori person centered dan situation centered.

Komunikasi Massa

Dalam perkembangannya, komunikasi yang  semula hanya merupakan gejala saja, telah menjadi ilmu yang dinamakan ilmu komunikasi atau komunikasi, suatu ilmu yang sifatnya interdisipliner. Komunikasi massa atau komunikasi melalui media massa sifatnya ”satu arah”. Begitu pesan disebarkan oleh komunikator, tidak diketahuinya apakah pesan itu diterima, dimengerti, atau dilakukan oleh komunikan.

Menurut Nurudin (2001:186) Komunikasi massa ialah komunikasi melalui media massa modern. Dan media massa adalah surat kabar, film, radio, dan televisi. Komunikasi meliputi berbagai  dimensi salah satu diantaranya adalah Komunikasi Massa. Asas-asas komunikasi massa adalah asas-asas komunikasi itu sendiri, dan perkembangan komunikasi massa adalah perkembangan dari komunikasi itu sendiri.

Media adalah alat untuk memperkuat, memperkeras, dan memperluas fungsi dan perasaan manusia. Masing-masing penemuan media baru betul-betul dipertimbangkan untuk memperluas beberapa kemampuan dan kecakapan manusia. McLuhan membaginya kedalam empat periode :

Pertama Era kesukuan. Era ini diikuti dengan Era tulisan, kemudian Era mesin cetak, dan terakhir adalah Era media elektronik. Bagi masyarakat primitive di Era kesukuan, pendengaran adalah hal yang paling penting. Peran otak menjadi sangat penting sebagai wilayah yang mengontrol pendengaran.Dengan pengenalan huruf lambat laun masyarakat berubah ke Era tulisan. Era ini mendudukan kekuatan penglihatan sepenting pendengaran. McLuhan menyebutkan bahwa perubahan dengan penggunakan tulisan sebagai alat komunikasi menjadi pendorong munculnya ilmu matematika, filsafat, dan ilmu pengetahuan yang lain.

Era baru tulisan itu berakhir setelah ditemukannya media cetak. Era mesin cetak telah mengantarkan manusia pada fenomena komunikasi yang tidak kecil perannya dalam mengubah masyarakat, yakni ditemukannya media cetak (surat kabar). Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg menjadi titik awal munculnya “Era cetak” dan berbagai aktifitas manusia tersebar lebih luas. McLuhan percaya bahwa penemuan telegraf pada tahap selanjutnya, mengantarkan orang-orang memasuki era elektronik.

About Musa Angelo

Think like a scientist and Act like a maestro to created a Masterpiece.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Myself

Blog Stats

  • 137,379 hits

Follow Me

Tweets

Error: Please make sure the Twitter account is public.

%d bloggers like this: