//
you're reading...
Film

Framing part II


C. Komposisi

Komposisi yang baik adalah aransemen dari unsur-unsur gambar dalam frame yang membentuk kesatuan yang serasi atau harmonis secara keseluruhan tetapi komposisi dalam videography jangan hanya mengejar keindahan demi keindahan semata. Dari seluruh aturan dalam pembuatan film, prinsip-prinsip komposisi adalah yang paling bisa dirubah. Adegan-adegan yang sangat menggetarkan secara dramatik seringkali dihasilkan dari pelanggaran aturan. Untuk bisa melakukan pelanggaran secara efektif maka sangat perlu menjelajahi berbagai pengetahuan komposisi secara mendalam dan harus bisa memahami motivasi pelanggaran aturan komposisi tersebut.

Ada saatnya komposisi yang tidak serasi dengan sengaja digunakan untuk memperkuat ungkapan visual, misalnya film yang mengungkapkan suasana daerah miskin bisa ditunjang melalui penggunaan komposisi yang jelek, tidak seimbang dan berantakan. Komposisi demikian akan merangsang penonton untuk mengekspresikan perlunya perumahan yang layak. Dampaknya secara visual dan psikologis terhadap penonton akan efektif dalam 2 sisi. Penonton bukan saja ingin melihat kondisi daerah miskin itu diperbaiki tapi juga ingin membenarkan gambaran adegan dengan komposisi berantakan yang secara tidak sadar telah mengganggunya.

Ada perbedaan antara komposisi photography dengan komposisi film. Photography menghentikan saat tertentu dan suatu tahap dalam pergerakan citra. Photography bisa membuat sugesti gerak tapi hanya berurusan dengan ruang saja maka photography dikomposisikan dengan bagus hanya dalam “frame of reference” yang tunggal. Sebaliknya, pada film, komposisi berhubungan dengan ruang dan waktu dimana setiap saat komposisi bisa berubah karena bergeraknya subjek yang berada didepan kamera atau berubah karena kamera yang bergerak.

Untuk mempelajari komposisi, kita perlu menggali berbagai referensi mulai dari banyak mengamati lukisan. Menonton film dan televisi serta mwncoba secara langsung mempratekkan dengan kamera film atau kamera video.

D. Sudut Pengambilan.

Menempatkan kamera pada suatu posisi, menentukan sudut pengambilan. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor penentuan dan pemilihan sudut. Pengambilan kamera bisa dicapai melalui suatu pertimbangan mendalam sesuai dengan tuntutan karakter dari naskah. Tiap kali kamera dipindahkan ke “set up” yang baru, 2 pertanyaan harus dijawab. Darimana sudut pandang terbaik dan berapa luas wilayah yang kita masukkan dalam framing.

Pada dasarnya kita membagi sudut pengambilan menjadi 3 yaitu eye level, high angle dan low angle. Dalam kondisi yang natural maka bisa kita mempergunakan eye level. Shot yang diambil dengan high angle adalah dimana kamera diarahkan kebawah untuk menangkap subjek didepan kamera. Sebuah shoot high angle diplih atas dasar alasan estetika, teknis atau pertimbangan psikologis. Meletakkan kamera lebih tinggi dari subjek dan mengarah ke bawah akan menghasilkan gambar lebih artistik, lebih mudah menangkap aksi yang terjadi pada kedalaman. High angle biasa juga digunakan dengan alasan psikologis, seorang tokoh dalam film yang di shoot dengan high angle menyebabkan tokoh tersebut nampak “dikecilkan” baik oleh lingkungan sekitarnya atau oleh tokoh lain dalam film tersebut.

Shoot low angle dari bangunan keagamaan seperti masjid, gereja atau candi bisa merangsang rasa kagum dan rasa hormat dari penonton. Kesan yang sama juga berguna dalam memfilmkan tokoh-tokoh penting atau terhormat.

High angle dan low angle lebih banyak digunakan dalam film naratif, film cerita dan film dokumenter tapi jarang digunakan.

About Musa Angelo

Think like a scientist and Act like a maestro to created a Masterpiece.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other followers

Myself

Blog Stats

  • 137,379 hits

Follow Me

Tweets

Error: Please make sure the Twitter account is public.

%d bloggers like this: